Pengalaman Pertama Naik Transportasi Wisata BANDROS Keliling Kota Bandung

By Unknown - April 03, 2018

Sudah setahun lebih saya tinggal di Bandung, tapi baru kali ini saya berkesempatan mencoba dan menikmati transportasi wisata BANDROS. Sebenarnya BANDROS sudah eksis di Bandung dari tahun 2013 . BANDROS sendiri memang pertama kali dicanangkan oleh Walikota Bandung terpilih Ridwan Kamil yang dimaksudkan untuk mendongkrak sektor pariwisata Kota Bandung saat itu. Namun, sempat terjadi beberapa masalah pada pengoperasiannya, sehingga sempat di stop untuk sementara. Nah, pada awal tahun 2018 ini BANDROS kembali difungsikan kembali dengan beberapa transformasi yang ciamik dan tentunya lebih aman untuk wisatawan ya.

Mengenal Sejarah BANDROS yuk!

BANDROS adalah kepanjangan dari Bandung Tour On Bus yang namanya terinspirasi dari salah satu nama kuliner khas Sunda atau Jawa Barat yang terkenal gurih dan lezat. Pemilihan nama BANDROS untuk bus pariwisata ini juga melalui proses sayembara terbuka lho! jadi dalam pemberian namanya pun tidak serta merta asal comot ya ^^

Diawal pengoperasiannya, bentuk dari BANDROS ini berbeda dengan sekarang, dahulu memiliki dua lantai, dimana lantai atas Bus tidak memiliki atap, sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan dengan lebih leluasa. Berbeda dengan sekarang, BANDROS mengalami transformasi hanya memiliki satu lantai seperti mobil pada umumnya. Namun, BANDROS tetap sesuai dengan kekhasannya yang berwarna warni nan imut menggemaskan itu.

ini dia BANDROS bertingkat

 dan ini BANDROS  tanpa tingkat saat ini

Mereka yang sedang asyik berpose di depan BANDROS kuning

Ini nih perbedaan BANDROS bertingkat dan BANDROS saat ini, kamu lebih suka yg mana ?

Kapasitas BANDROS ini hanya 16 penumpang per unitnya dan hanya bisa beroperasi dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore setiap harinya. Harga tiketnya pun terdiri dari dua layanan, yaitu harga Rp. 20.000,00 per orang untuk sekali perjalanan dan harga Rp. 40.000,00 per orang untuk perjalanan seharian lintas rute atau disebut multiple trip/one day pass. Jadi para wisatawan yang ingin menggunakan BANDROS bisa memilih diantara dua layanan tersebut.


Untuk kalian yang berencana ingin berwisata di Kota Bandung, dan ingin mencoba transportasi wisata BANDROS ini, kalian bisa klik informasi selengkapnya di https://www.bandros.co.id/busbandros/


Berkeliling Kota Bandung pake BANDROS

Sebenernya moment berkeliling Kota Bandung pake BANDROS ini adalah wisata group dari kantor dimana saya bekerja. Jadi kami menyewa dua unit moda BANDROS ini untuk dipakai selama delapan jam (dari jam 8 pagi sampai 4 sore) dan tentunya sudah sepaket dengan tour guide nya, masing - masing satu orang dalam satu Bus.

Tempat apa sajakah yang kita kunjungin waktu itu bersama BANDROS?

1. Taman Sejarah 

Taman Sejarah adalah salah satu taman tematik di Kota Bandung yang bertemakan wisata edukatif dengan konsep sejarah tentang Kota Bandung. sangat well designed menurut saya, walaupun area nya tidak terlalu luas namun taman ini bisa menyuguhkan interaksi antar manusia di dalamnya menjadi lebih hidup. Taman Sejarah ini sebenarnya tergolong baru di Kota Bandung dan letaknya sangat strategis di tengah kota.  Biasanya, jika berbicara tentang sejarah, banyak sekali orang yang kurang antusias untuk mengunjungi, tapi Kota Bandung berhasil menjadikan cerita Sejarah Kota Bandung itu sendiri menjadi unik dan fun sebagai tempat wisata bahkan untuk segala usia. Keunikan yang dimiliki Taman Sejarah ini dan paling ikonik menurut saya adanya menara yang berjejeran paralel dan terbuat dari kaca akrilik tembus pandang yang tingginya sekitar dua meter yang menjadi tempat ukiran wajah para Walikota -  Walikota di Kota Bandung. Cukup unik dan mendidik sebenarnya, karena pengunjung dari luar Kota Bandung maupun warga Bandung sendiri menjadi teredukasi sekaligus menghargai para pemimpin kotanya.


Ada sisi menarik lainnya di Taman Sejarah ini yaitu adanya relief sejarah Bandung di era Wiranatakusumah yang terukir di dinding - dindingnya , didesain dengan apik bernuansa warna cokelat dan terdapat lampu penerang di sisi dinding - dinding reliefnya, menambah kesan historicalnya.

Taman Sejarah ini, ternyata tidak hanya menyajikan konsep sejarah Kota Bandung secara klasik, namun juga tetap menyuguhkan konsep sejarah yang lebih fun dengan gambar - gambar kartun seperti mural yang dibuat dengan sangat menarik di sekitar kolam renang anak. Hal ini tentunya, agar anak - anak tidak bosan ya bermain sambil belajar di Taman Sejarah.

 area swimming pool for kids di Taman Sejarah

2. Bandung Planning Gallery (BPG)

Sebenarnya Taman Sejarah dan BPG ini sangat berdekatan dan area nya tepat di belakang Balai Kota Bandung, tempat dimana titik awal BANDROS akan membawa kami berkeliling Kota Bandung.
Keberadaan BPG ini sebenarnya belum genap satu tahun saat saya mengunjunginya, namun pengunjungnya tidak sedikit bahkan sangat banyak sekali yang berkeinginan untuk mengetahui konsep bandung masa depan yang diinformasikan dengan sangat unik di dalam gedung BPG ini. Gedung BPG ini tergolong free charge lho, jadi nggak ada alasan untuk tidak mengunjungi tempat ini bagi kalian yang ingin mengetahui identitas bandung dari masa ke masa ;)

Ide pembangunan Bandung Planning Gallery ini dimulai dari inspirasi Bandung untuk menjadi ruang transparansi kebijakan publik. Pada Bandung Planning Gallery kalian bisa melihat rancangan pembangunan Kota Bandung hingga 30 tahun ke depan (wow!), termasuk pula rancangan Bandung Teknopolis. Selain rancangan lengkap mengenai pembangunan Kota Bandung, di Bandung Planning Gallery juga terdapat ruangan khusus dalam galeri yang memperlihatkan rencana pembangunan yang perizininannya sedang diproses.

Sebenarnya Bandung Planning Gallery ini memiliki tujuan utama untuk memperlihatkan kepada masyarakat tentang keseluruhan pembangunan Kota Bandung yang luasnya mencapai 16.000 hektar. Konsep Bandung Planning Gallery ini mirip dengan konsep galeri tata kota di beberapa negara lainnya, seperti Singapore Planning Gallery dan Shanghai Planning Gallery.

 



  

Bandung Planning Gallery ini juga dikonsep dengan pengaplikasian teknologi juga lho, dimana kalian bisa melihat beberapa informasi tentang Bandung yang disajikan melalui video mapping yang bisa dilihat secara real time. Selain itu juga yang menarik adalah adanya fasilitas video reality empat dimensi, dimana kalian bisa melihat masa depan Kota Bandung dan seolah-olah sedang hidup di masa depan tersebut. On the other hand, BPG tidak hanya menceritakan tentang masa depan , tapi ada juga penyajian di dinding yang menceritakan sejarah Bandung di masa lalu agar masyarakat bisa melihat masa lalu Kota Bandung.  A very interesting place isn't it?



Setelah dari dua tempat itu, BANDROS membawa kami menuju tempat - tempat penting lainnya di Kota Bandung. Disepanjang perjalanan, sesekali kami bertegur sapa dengan orang - orang di sekitar, such as waving or just say Hallloooooo (haha).  Jangan kaget kalau kamu menaiki BANDROS pasti akan jadi sasaran pusat perhatian dari orang - orang sekitar, karena warna BANDROS yang mencolok dan berbeda dari kendaraan lainnya kan ;) Jadi, kemanakah kita setelah ini? Situs Sel Penjara Banceuy menjadi tujuan selanjutnya.

3.  Situs Sel Penjara Banceuy

Jika kamu tidak pernah tau tentang Situs Sel Penjara Bancuey itu wajar sih, seperti saya :D  karena memang letaknya tidak terlihat dari jalan utama, jadi susah untuk notice bahwa terdapat situs sejarah di belakang deretan ruko di daerah Jalan Banceuy itu.

Situs sel penjara disini literally hanya satu bangunan kecil berukuran sekitar 2,1 meter x 1,5 meter dan tinggi ,5 meter yang menjadi bekas tempat Presiden Soekarno dipenjarakan oleh Belanda. Sebenarnya hanya bangunan penjaranya saja yang masih asli, namun isi dari bangunan tersebut diperbaharui atau direvitalisasi pada tahun 2010 namun tetap dengan mempertahankan posisi dan suasana aslinya. Barang - barang yang bisa terlihat berada di dalam bangunan penjara itu adalah tempat tidur beralaskan tikar anyaman pandan, ada satu bantal yang diatasnya ada bendera merah putih berukuran kecil, selimut , dan juga kumpulan majalah lama, dilantainya ada pispot (tempat buang air kecil) , satu teko dan cangkir, dan lampu pelita. Lantainya terbuat dari semen dan dindingnya berwarna putih. Pengunjung tidak bisa masuk dalam bangunan penjara, jadi untuk melihat suasana di dalam penjara hanya bisa dengan mengintip dari sela - sela teralis besi di pintunya.
Disekitar bangunan sel penjara ini, tepatnya di sisi belakang bangunan penjara, kita dapat melihat dan tentunya berfoto dengan patung Presiden Soekarno yang sedang duduk sembari memegang buku dan pena itu. Disekelilingnya terdapat dinding dengan panel - panel banner yang menceritakan perjalanan hidup Presiden Soekarno di Bandung, saat di penjara dan saat di sidang pengadilan.

 pic source : my eat and travel story


 



 Setelah puas mempelajari sejarah di Sel Penjara Banceuy, BANDROS kembali membawa kami ke tujuan selanjutnya, yaituu Museum Gedung Sate.

4. Museum Gedung Sate

I was again surprised, ternyata Museum Gedung Sate ini baru dirilis akhir tahun 2017 lhoo, where have you been, put? :D . Letak persis dari museum gedung sate ini adalah di sayap timur basement gedung sate. Klaim nya sih, museum gedung sate ini menyajikan tema sejarah tentang gedung sate itu sendiri yang dikemas dalam sensasi teknologi digital dan tentunya sangat interaktif.  Jadi, untuk masuk Museum Gedung Sate diberlakukan sistem pembatasan untuk jumlah pengunjungnya yang membuat kami menunggu selama beberapa waktu untuk mendapatkan giliran masuk ke bangunan museumnya. Bagus sih menurut saya dengan diberlakukannya pembatasannya jumlah pengunjung di dalam gedung, karena hal itu bisa membuat pengunjung merasa lebih nyaman karena suasana bangunan tidak terlalu crowded, dan juga bisa menikmati cerita – cerita sejarah yang disuguhkan dengan lebih jelas.

Museum gedung sate ini memiliki luas 500 meter persegi dan didalamnya banyak sekali alat – alat peraga yang menggunakan terknologi terbaru seperti ruangan audio visual, augmented reality, virtual reality, dan architarium.







Selesai dari Museum Gedung Sate, rombongan BANDROS kami beristirahat sejenak sambil makan siang dan sholat dhuhur di salah satu kantin dekat area Gedung Sate. Barulah kami melanjutkan perjalanan dengan BANDROS menuju tujuan akhir yaitu Museum Konferensi Asia – Afrika.

5. Museum Konferensi Asia – Afrika (KAA)

Museum KAA ini terletak di Jalan Asia Afrika. Tujuan awal dibangunnya museum KAA ini adalah sebagai memorabilia peristiwa Konferensi Asia – Afrika yang memang pernah diselenggarakan di Kota Bandung pada tahun 1955. Di dalam bangunan gedung museum KAA ini menceritakan segala peristiwa yang terkait dengan penyelenggaraan Konferensi Asia – Afrika, mulai dari kursi bekas dipakainya konferensi, peralatan yang digunakan selama konferensi seperti mesin ketik jaman dahulu, serta display yang dipasang diseluruh penjuru bangunan yang menceritakan alur diselenggarakannya Konferensi Asia – Afrika pada masa itu. Masih satu konsep dengan sejarah KAA, Museum KAA juga memiliki ruangan audio visual yang menampilkan film pendek pada layar lebar mengenai sejarah KAA.

-



Tidak lepas dari gedung museum KAA, terdapat Gedung Merdeka yang dahulu kala digunakan sebagai ruangan utama sidang. Ternyata, Gedung Merdeka mengalami fungsi yang berubah – ubah dari waktu ke waktu, mulai dari dipergunakan sebagai tempat rekreasi dan sosialisasi kelompok masyarakat pada masa Belanda hingga akhirnya pada masa kemerdekaan Indonesia dijadikan sebagai ruang konferensi. Ruang Konferensi di Gedung Merdeka ini sangatlah luas yakni sekitar 7.900 meter persegi dilengkapi dengan pilar – pilar yang besar serta lantai gedung yang terbuat dari marmer, kecantikan ruangan ini juga didukung oleh lampu – lampu kristal gemerlap dibagian atapnya. Namun sebenarnya yang membuat gedung ini unik adalah terdapat jejeran tiang - tiang bendara negara - negara peserta Konferensi Asia - Afrika yang -belakangan saya tau- jumlahnya sekitar 109 bendera.


Setelah selesai menikmati Museum Konferensi Asia – Afrika dan Gedung Merdeka, menandakan bahwa perjalanan kami dengan menggunakan transportasi wisata BANDROS berkeliling Kota Bandung selesai sudah, selanjutnya kami kembali ke tempat awal yaitu Taman Sejarah, dan sampai akhirnya pulang ke rumah masing – masing.

Yaaah, begitulah pengalaman saya menikmati transportasi wisata BANDROS sambil berkeliling mengunjungi tempat wisata yang belum pernah saya kunjungi di Kota Bandung. Oh ya, kalian udah pernah cobain transportasi wisata apa aja? dan kemana aja? share yuk!

  • Share:

You Might Also Like

0 comments